Home
Kegiatan November 2006
Written by Administrator   
Sunday, 26 November 2006

 

Laporan tgl. 15 November dari Wilkor JRSP Indramayu : Berdasarkan kegigihan masing-masing pengelola Rakom memperjuangkan izin Penyiaran bagi Rakomnya maka pada pertengahan November 2006 ada 3 Rakom Suara Petani anggota JRSP Wilayah Koordinasi Indramayu Barat yang telah mendapat Rekomendasi Layak  Siaran  dari KPID Jawa Barat
 
 
Tanggal 19  November bertempat di Bogor dengan topik bahasan : Perkembangan Wilkor JRSP Cianjur, penyusunan mata acara siaran bagi dua anggota baru dan Sdr. Dadan selaku Pjs. Koordinator Utama menyerahkan 4 lembar Surat Dukungan dari empat orang Kepala Desa masing-masing :
 
1.       Kepala Desa Kutawaringin, Kecamatan Mande,  Kabupaten Cianjur.
2.       Kepala Desa Kademangan,  Kecamatan Mande,  Kabupaten Cianjur.
3.       Kepala Desa Cikidangbayangbang, Kecamatan Mande,  Kabupaten Cianjur.
4.       Kepala Desa Majalaya, Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur.
 
Semua Kepala Desa tersebut di atas menyatakan  bahwa dengan adanya Rakom Petani Anggota JRSP di wilayahnya, masyarakat setempat kecuali menghibur,  bimbingan moral dengan siaran rutin dakwah,  uga mendapat informasi yang sangat bermanfaat seperti tentang bahaya Human Traffickinf, Kekerasan dalam Rumah Tangga, Kekerasan terhadap anak  dan lain-lain.
 

 

 
Kegiatan September 2006
Written by Administrator   
Sunday, 26 November 2006
Tanggal 15 September bertempat di Bogor dengan topik bahasan : tentang masuknya beberapa Anggota Baru di wilayah Koordinasi Sumedang serta persiapan menghadap Bapak Dirjen Pendidikan Luar Sekolah dalam rangka Silaturakhmi..
 
Kegiatan Agustus 2006
Written by Administrator   
Sunday, 26 November 2006
Kegiatan lain yang diselenggarakan Pengurus JRSP selama bulan Agustus :  adalah menyelenggarakan empat kali pertemuan di Bogor dengan para pengurus Wilkor masing-masing Wi;lor Indramayu, Sumedang dan Cianjur untuk membahas penyusunan proposal memberantas Buta Aksara, sebagai tindak lanjut Jambore bulan Juli lalu.
 
          Pertengahan Agustus Pengurus JRSP menghadap Bapak Dr. Udi Rusadi MS, Direktur Kelembagaan Komunikasi Sosial Departemen Kominfo. Pada kesempatan tersebut disepakati untuk melakukan kunjungan ke beberapa Rakom JRSP yang dapat mewakili masyarakat pendengar di pesisir dan juga masyarakat pendengar Rakom di daerah pegunungan. Namun sampai saat ini kesepakatan tersebut belum dapat dilaksanakan.
 
Kegiatan Juni 2006 (lanjutan)
Written by Administrator   
Sunday, 26 November 2006

 

 
H. Alasan JRSP memilih kegiatan Sosialisasi dalam bentuk Jambore dengan maksud  :
      
1.   Untuk menciptakan suasana santai, segar, gembira dan akrab di antara para  peserta jamboree, dengan demikian diharapkan semua pesan dapat tersampaikan dengan baik dan cepat dipahami.
 
2.     Materi dapat dibawakan dengan cara relaks tanpa beban kelas .
 
3.   Dalam kegiatan pelengkap Api Unggun, materi disajikan dalam bentuk pertunjukan kesenian,  teater atau happening art dan  pembacaan puisi.
 
4.   Mendorong suasana hangat untuk interaktif  dan  diskusi antara   sesama peserta, sehingga dapat menghasilkan hasil akhir yang   maksimal sebagaimana yang menjadi target ideal Jamboree.
 
 
5.     Menumbuhkan kesan yang mendalam (empati) di kalangan para  
        peserta Jamboree, sehingga pesan tentang tatacara menjadi buruh migrant dengan legal dan berdokumen lengkap dapat    dipahami oleh semua peserta jamboree.
 
6.   Menanamkan wawasan tentang bahaya Perdagangan Manusia atau Human Trafficking, sehingga mudah memotivasi dan mendorong penduduk Desa agar lebih peduli dan aktif ikut serta memberantas praktek-praktek Human trafficking di desanya. Dengan demikian dapat diharapkan seluruh desa menjadi peduli dan terdorong untuk menjaga anggota keluarga, kerabat atau teman sedesanya agar tidak terperangkap para calo perekrut Tenaga kerja illegal.
 
7.   Mendorong seluruh peserta untuk  mencari bentuk kegiatan yang paling cocok bagi desa mereka untuk menyebar luaskan atau  mensosialisasikan tentang bahaya Human Trafficking dan atau Perbudakan Modern,  agar semua lapisan penduduk desa mau peduli serta aktif memberantas praktek Human Trafficking di desanya.
 
 
i,      Peserta dan Tamu yang hadir.
 Jumlah peserta yang hadir  lebih dari 500 orang dengan latar belakang :
-   Para Pengelola Rakom JRSP
-        Para Penyiar Rakom JRSP
 -     Perwakilan  Pendengar setia Rakom JRSP termasuk Pramuka.
     -     Perwakilan Ketua Kelompok Petani anggota Majelis Keluarga   
            Petani Mandiri  Indonesia  (MKPMI) yang menjadi pendengar 
            setia Radio Komunitas anggota JRSP.
-         Perwakilan Kepala-kepala Desa dan sejumlah perwakilan Camat        
-          yang menjadi  penasihat Rakom-rakom setempat.
-          Perwakilan Organisasi Wanita Desa yang menjadi pendengar  setia    Rakom JRSP.
-         Perwakilan Pramuka dan Karang Taruna serta Sanggar-sanggar   kegiatan Pemuda Desa
Jumlah pengeluaran calon buruh migran pada tahun 2005  baik berupa biaya resmi atau  pungutan tidak resmi.

Menurut, Pak Karto, dia terpaksa menjual sepetak sawah dan seekor sapi untuk menutup semua biaya. Tetapi ternyata Tarsiem cuma menjadi PRT di Malaysia. Padahal tahun 2005 lalu pungutan tidak resmi dan biaya resmi yang harus dibayar pak Karto tercantum di bawah ini:
 
1.     Tip untuk Pak Samun Rp.1.000.000 dan Tip untuk Bejo Rp.500.000, dibayar tunai.
2.      Biaya kelengkapan surat-surat (KTP, KK, Surat Keterangan  RT/RW dan Keluarahan,  legalisasi ijazah SD),  menghabiskan  Rp. 750.000,-  yang dibayar  melalui orang  yang  “menolong”  mengurusnya.
3.       Biaya penampungan di asrama Jakarta sebesar Rp.1.200.000 yang harus dibayar kepada, Perusahaan Pengerah  tenaga kerja  yang 
           bersangkutan.       
4.         Biaya pelatihan Rp.750.000,- dibayar kepada Perusahaan  Pengerah yang   
         bersangkutan
5.      Biaya pembuatan passport  Rp.700.000,-
6.      Biaya pembelian tiket ke Malaysia : 70 dollar Singapur.
7.      Biaya test uji kompetensi Rp.90.000,- ditambah  Rp.50.000 apabila harus mengulang.test tersebut.
8.      Biaya untuk mengecek kesehatan Rp.100.000,-
9.      Biaya untuk mengikuti acara pembekalan akhir  Rp.100.000,-
10.   Biaya asuransi Rp.400.000,-
11.   Biaya perlindungan : 15 dollar US (disetor masuk ke 
          rekening Dep Keu).
12.   Biaya-biaya lain  yang harus disetor ke Perusahaan
          Pengerah yang bersangkutan sebesar Rp.275.000,-
13.     Transport Tarsiem dari desa ke Jakarta ditambah  ongkos keluarganya  
      mengantar Tarsiem sampai ke penampungan pulang pergi :     
      Rp.800.000,-
 
Menurut Pak Karto selain menjual Kerbau dan sepetak sawah, dia juga terpaksa berhutang kepada pak Samun Rp. 5 juta untuk menutupi semua pengeluaran di atas. Hutang itu dicicil dari pemotongan gaji Tarsiem.
 
 “Kalau tahu cuma jadi PRT, untuk apa jauh-jauh ke Malaysia, jadi PRT di Jakarta saja. Tidak perlu mengeluarkan biaya sampai puluhan juta”, demikian keluhan Pak Karto kepada salah satu Penyiar JRSP di Indramayu.
 
Para Pengurus Wilkor JRSP dari Indramayu, Sumedang, Majalengka dan Cianjur, mensinyalir ada calo-calo berspesialisasi ”merekrut” anak-anak gadis yang masih muda belia dan lugu, mereka dijual untuk dijadikan PSK, baik di luar negeri maupun di daerah-daerah wisata di dalam negeri.

 


 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 5 of 10

Galeri Foto

Galeri Foto

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Syndicate

Polls

Apakah anda mengetahui JRSP ?
 

Who's Online



© 2009 Jaringan Radio Suara Petani
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Template Design vfwww.at